50 Facts About Valentino Rossi from “What if I had never tried it”
Siapa
yang tidak kenal dengan valentine rossi? Ia adalah dewa sirkuit motor, motoGP
penguasa balapan motor. Kali ini, saya akan membahas sedikit fakta – fakta dari Valentino Rossi yang saya dapatkan dari buku autobiografinya “MENEMBUS BATAS
KEUNGGULAN VALENTINO ROSSI”
![]() |
| Source : Google |
Name :
Valentino Rossi
Birth :
Urbino, 16 Februari 1979
Nomor yang dipakai : 46
1. Valentine
rossi memenangkan GP pertamanya pada umur 17 tahun.
2.
Titel
kejuaraan dunia pertamanya yaitu pada umur 18 tahun.
3.
Pada
umur 22 tahun, ia memenangkan MotoGP pertamanya.
4. Ia
telah memenangkan kejuaraan dunia pada kategori 125 cc, 250cc, 500cc, dan
MotoGp pada tahun 2002 saat ia berusia 23 tahun.
5.
Pada
tahun 1995, rossi menjuarai balapan motor di Italia untuk kelas 125cc dan juara
3 125 cc European Championship.
6.
Pada
tahun 1996, rossi menjadi pembalap termuda di dunia ketika menjuarai kelas 125
cc.
7.
Pada
tahun 1999, menjuarai The World Championship kelas 250 cc.
8.
Pada
tahun 2000, rossi memulai balapan kelas Grand Prix (GP).
9. Sewaktu
kecil, rossi bercita – cita ingin menjadi seorang pembalap sepeda tercepat. Dan
impiannya menjadi juara dunia. Dan, sekarang impiannya tercapai.
10. Julukan rossi adalah “The Doctor”.
![]() |
| Source : Google |
11. Sejak kecil, rossi senang merakit miniatur
sirkuit dan memakai kotak korek api sebagai mobilnya.
12. Panggilan akrabnya adalah Vale.
13. Ayah rossi adalah Graziano Vale.
14. Ayah Valention Rossi juga seorang pembalap
professional kendaraan roda dua dan roda empat.
15. Ibunya adalah Stefania Palma.
16. Nama Valentino diberikan oleh ayahnya
karena beliau ingin menghormati salah seorang sahabatnya yang pada usia 18
tahun yang tewas tenggelam di laut dekat daerah Pesaro.
17. Alasan lain dari pemberian nama valentino
yaitu, karena hari valentine jatuh dua hari sebelum dia dilahirkan.
18. Nomor 46 yang dipakai rossi pertama kali
didapatkan ketika dia ikut balapan minibike. Pada waktu itu, dia satu tim
dengan dua teman lain. Mereka adalah saudara yang meminjamkan motor aprilia 125 pada rossi dan
pada waktu itu mereka memakai nomor yang sama karena mereka berlaga di kategori
berbeda.
19. Mereka adalah Marco dan Maurizio Pagano.
Rossi dan dua temannya itu sangat mengidolakan pembalap asal jepang dan dia
menggunakan nomor 46.
20. Dan nomor 46, disadari rossi sangat berarti
karena itu adalah nomor yang dipakai ayahnya saat menjuarai Grand Pix
Morbidelli 250cc tahun 1979, tahun yang sama saat dia dilahirkan.
| Source : Google |
21. Bagi rossi, nomor 46 adalah lambang
karirnya dan juga bagian dari hidupnya.
22. Sejak kecil, rossi sudah mengikuti berbagai
ajang balapan seperti balapan kelas go-kart dan kemudian beralih ke motor mini.
Sebenarnya, ia sangat menyukai go-kart tetapi pada saat itu keluarga nya
memiliki masalah keuangan dan waktu itu untuk bisa mengikuti balapan tersebut
membutuhkan biaya yang tidak sedikit pada akhirnya dia beralih ke balapan motor
walaupun awalnya ibunya sangat khawatir.
23. Pada waktu di bangku taman kanak – kanak
rossi termasuk anak yang penurut dan tak seorang pun baik guru – guru maupun
orang tua murid lainnya yang mengeluh karena perbuatannya.
24. Tetapi ketika remaja, dan mulai mengenal
mesin roda dua rossi menjadi anak yang liar dan sering membuat masalah. Dia dan teman – temannya
sering melakukan pertunjukan balap motor dan mengacaukan jalan raya.
25. Karena ulahnya bersama teman – temannya,
rossi sering tertangkap oleh polisi.
26. Suatu hari, ketika rossi dalam perjalanan
pulang dia mengendarai apecar dengan manuver tingkat tinggi dan menuruni bukit
dengan gigi netral. Dia berpikir, yang perlu dilakukan hanya menginjak rem pada
saat yang tepat. Tetapi, bannya menghantam trotoar, dan apecarnya melayang ke
udara seperti kotak kardus. Ketika apecarnya berhenti dia berusaha keluar, dan
betapa terkejutnya rossi, dia berada di depan dapur ibunya. Dan ibunya
menatapnya disana sambil memasak.
27. Mereka juga sering tertangkap polisi karena
ulah mereka.
28. Di sekolah, rossi termasuk anak yang pintar
dalam banyak hal lainnya. Namun, dia sangat menyukai balapan. Ketika sekolah,
dia jarang masuk sekolah demi mengikuti turnamen balap. Bahkan, gurunya sempat
mengatakan bahwa dia tidak akan memiliki masa depan jika dia terus mengikuti
balapan.
29. Dan karena itu, akhirnya rossi memutuskan
untuk berhenti bersekolah demi karir balapnya.
30. Seorang pembalap asal jepang yang meninggal
disirkuit balapan di Suzuka, Jepang pada april tahun 2003, Daijiro Kato adalah
sahabat rossi.
![]() |
| Source : Google |
31. Ketika uji coba di Welkom, rossi melihat
sosok bayangan yang mirip kato. Dan ternyata dia adalah Ryuichi Kiyonari,
pembalap jepang yang menggantikan kato di MotoGP dan memakai kostum mirip
sekali dengan kato.
32. Panggilan Rossifumi pada rossi sudah ada
sejak tahun 1994. Dia mengkombinasikan nama terakhirnya dengan nama awal Abe,
Norifumi.
33. Norifumi Abe adalah pembalap jepang yang
diidolakan juga oleh rossi.
34. Pada awal keemasan karirnya, rossi sangat
benci terhadap media, wartawan, dan paparazzi.
35. Rossi pernah mengalami insiden jari tengah
dengan seorang pembalap Biaggi. Dulu, Biaggi adalah musuh rossi, dan mereka
sering berseteru. Pernah pada trek balapan, rossi mengacungkan jari tengahnya
pada biaggi. Dan menjadi kontroversi.
36. Rossi sangat menyukai suasana malam
daripada siang hari. Karena menurutnya, malam hari mempunyai daya tarik
tersendiri, seperti kebebasan.
37. Rossi termasuk orang yang susah bangun pagi.
38. Ketika remaja, rossi memiliki sebuah geng
dengan nama “Chihuahua”.
39. Rossi adalah seorang yang spontan, dan
santai namun serius dalam bekerja. Dia menginginkan keadaan lingkungan kerja
yang santai dan tidak formal.
40. Ketika rossi ingin beralih ke Yamaha, rossi
sempat ragu karena pada masa itu Yamaha belum Berjaya seperti sekarang.
![]() |
| Source : Google |
41. Alasan lain yang membuat rossi sangat ingin
di Yamaha, yaitu karena lingkungan kerja yang dia inginkan ada pada Yamaha
yaitu menyenangkan. Selain itu juga, rossi ingin mengubah cara pandang orang –
orang terhadapnya. Orang – orang berpikir bahwa rossi selalu menang dalam
setiap turnamen yaitu karena Honda memiliki teknologi canggih dan dia hanya
sebagai penggunanya saja. singkatnya, yah menurut rossi mereka berpikir bahwa
dia tidak memiliki kemampuan apa – apa tetapi ada pada motornya yang canggih. Dan
rossi berhasil membuktikan dengan pindah ke Yamaha yang pada waktu itu memiliki
sejarah yang buruk. Namun, dia tetap
bersinar walaupun tidak dengan Honda yang memiliki teknologi canggih.
42. Rossi sangat tertekan, ketika orang
mengatakan “tak susah baginya untuk menang, karena motornya memang yang terbaik”.
Dan bagi rossi satu – satunya cara untuk menutup mulut mereka adalah dengan
pindah ke Yamaha.
43. Pada waktu itu, rossi memiliki pemahaman
yang berbeda dengan Honda. Honda sangat mementingkan dalam hal teknologi yang
lebih baik, dan mereka percaya bahwa kemenangan ditentukan oleh motornya.
44.Ketika awal pertemuan untuk membicarakan
kepindahannya ke Yamaha, rossi melakukan sebuah pertemuan rahasia dengan
Yamaha. Dan banyak orang tidak tahu tentang itu.
45. Mereka melakukan pertemuan di Mobile Clinic,tempat para pembalap
meminta bantuan tentang medis. Dan ketika mereka sedang berbicara serius,
sebuah sekuter datang dan mereka semua bersembunyi dibawah meja karena takut
tertangkap. Pada waktu itu, kontraknya dengan Honda masih belum berakhir dan
tidak ada yang mengetahui tentang kepindahannya ke Yamaha.
46. Menurut rossi, Yamaha memiliki lingkungan
kerja yang sangat menyenangkan dan sesuai dengan dirinya yang santai.
47. Menurut rossi, apapun yang dimiliki Yamaha
adalah indah : logo, sejarah, semangat, motor, dan pembalapnya.
48. Pada waktu itu, rossi mengatakan bahwa dia
selalu merasa dan hati kecilnya berkata bahwa suatu saat Yamaha akan bersinar
dan Berjaya. Dan itu semakin memperkuat keputusannya untuk pindah ke Yamaha.
49. Rossi juga berhasil membuktikan, bahwa
manusia lebih hebat daripada mesin lewat kejayaannya dengan Yamaha.
50. Prinsip rossi, “kamu mestinya tersenyum dan
bercanda. Hidup lebih indah dalam suasana yang santai”.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar