Minggu, 12 Juni 2016

Story : My Little Friend #Chapter 1


#CHAPTER 1

“kak, coba lihat itu.indah sekali begitu berkilau – kilau”.ucap arin dengan senang
“mau aku ambilkan satu?” .jawab dennis disampingya
“aku memang anak kecil, tapi kakak tak bisa membohongiku”.kata arin dengan  marah
“dasar anak kecil”.ledek dennis
“aku 10 tahun dan kakak 14 tahun, kita tidak terlalu jauh berbeda.”balas anak perempuan itu dengan polosnya
“bintang itu, kamu bisa mengambilnya. Bentuk jari mu seperti ini menyerupai segitiga” dennis menyambung jari telunjuk kanan dan kirinya dan ibu jari kanan dan kirinya sehingga bertemu membentuk segitiga.” letakkan itu pada bintang yang paling besar. Setelah kau mendapat targetmu kamu harus mengambilnya dan menaruhnya dalam hatimu.”. katanya dengan sangat serius
 “mengapa harus yang besar dan mengapa harus di taruh di hati” tanyanya pada  dennis
“benar – benar kamu ini, kamu tahu tidak umurmu itu sudah berapa, masih saja kamu bertingkah sepolos itu.dennis memberikan muka mengerikannya pada arin. Kamu mau tahu? Tanyanya pada arin
“hem.” arin menggangukkan kepala sambil menatapnya dengan penuh harap agar dennis memberitahunya
“bintang paling besar adalah aku. Dan simpan kakak dalam hatimu. Kamu tidak akan kesepian”jawab dennis dengan menatap mata gadis kecil itu
“kakak mau kemana?”Tanya gadis kecil itu
“kakak tidak akan pergi, kakak akan tetap berada di sisi mu adik kecil.” Katanya dengan raut wajah yang lucu dan mencubit hidung arin
“kak denis!! Teriak arin. Seandainya aku punya kakak yang baik sepertimu”harap arin
“apa kau bilang. Kau tidak bisa memanggilku seperti itu. Itu tidak sopan” dengan suaranya sedikit keras
“kakak?
“kenapa?
, bagaimana kalau besok kita ke pantai”ajak arin dengan semangat
“kamu bisa apa. Kamu tidak bisa berenang”balas dennis dengan suaranya yang mengerikan.
Arina biasa di panggil arin, seorang anak kecil yang berumur 10 tahun. Mempunyai wajah yang cantik, kulitnya putih, mulus, seperti susu. Arin merupakan seorang gadis kecil yang sangat tertutup, pemalu dan sangat susah mempercayai seseorang, sewaktu – waktu dia bisa berubah menjadi seorang yang sangat kasar dan tertutup saat dia tidak bisa menemukan seseorang yang menurutnya bisa di percaya untuk membagikan kisahnya. Dan sejak 4 tahun lalu dia mengenal Dennis yang sangat tampan, lucu dan menyenangkan, dia berubah menjadi seorang anak yang manis, dan ceria. Dia sangat menyayangi Dennis. Dennis selalu berada di sampingnya ketika dia kesepian. Dennis lah yang selalu berada disisinya sehingga dia menjadi anak yang ceria. Dennis memberikan cahaya pada dunia arin di tengah kegelapan menyelimutinya. Arin memang sangat  pendiam, sejak kecil dia selalu ditinggal oleh kedua orang tuanya untuk bisnis. Ayah dan ibunya adalah seorang pengusaha yang sangat terkenal, karena itu arin sering merasa kesepian dan sejak kecil dia tinggal bersama dengan neneknya, neneknya sangat menyayanginya dan arin juga sangat menyayanginya. Neneknya sudah seperti itu bagi arin. Tapi, ketika arin berumur 4 tahun, neneknya meninggal. Arin merasa sendiri, dia tidak mempunyai siapa- siapa. Sampai suatu ketika keluarga dennis pindah ke lingkungan tempat arin tinggal dan mereka mulai dekat satu  sama lain. Sejak saat itu, mereka sangat dekat.

Mereka terus berbaring di atas rumput hijau memandang langit yang begitu indah. Sambil menikmati udara dingin kota Jakarta pada malam hari.
Arin terus menatap dennis,                                                                    
“kenapa liat – liat?”
Arin hanya tersenyum, “kak dennis, tampan”
“hahahahahaha” dennis hanya tertawa mendengar kata adiknya itu
“kamu sudah dewasa, akhirnya kamu sadar juga” jawab dennis dengan sok
Arin mengerutkan dahinya melihat respon dennis yang sangat percaya diri
“kenapa?kakak kamu ini memang sangat terkenal. Kamunya nggak tau sih”
“kalau gitu, arin mau tanya. Kakak tampan begini dapat darimana?
Sekali lagi. Dennis tertawa terbahak – bahak mendengar pertanyaan adiknya seperti itu. Sebenarnya, dia sangat geli ketika dipuji seperti itu apalagi dari seorang gadis kecil seperti arin. Dennis hanya tersenyum mendengar pertanyaan arin.
 “tempat lahir kakak dimana? “
“jadi, selama 4 tahun ini, kamu tidak tahu kakakmu lahir dimana?
“hehehe.” Arin tertawa kecil pada kakaknya.

“dennis, kalian dimana”?. Panggil seorang perempuan tua yang cantik dari dalam rumah
“iya ma. Kami masuk”.dennis

“anak kecil ayo masuk”. Perintah dennis dengan menarik tangan arin agar segera masuk
“kenapa kakak memanggilku anak kecil. Kalau kakak memanggilku begitu, kita tidak bisa pacaran”
“huh? Kau habis makan apa. Rumput ini? “dennis menunjuk rumput disekitar nya
“ayo masuk.” Ucap arin padanya sambil menarik tangan dennis kembali untuk masuk

Mereka masuk ke dalam rumah. Dan mendekati orang tua mereka masing – masing yang sedang berbincang – bincang dengan begitu semangat
 “anak manis, . hei lihat, kenapa bajumu sekotor itu”Tanya mama arin pada arin
“ma, bisa jangan panggil aku seperti itu” ? arin
“dennis, kamu bawa arin kemana”? Tanya mama dennis pada dennis
“kami hanya main di halaman belakang” Jawab dennis dengan menunduk
“kak denis, kalau gitu kita pulang dulu yah. Besok arin harus sekolah” kata mama arin pada mama dennis
“ayo arin, kita pulang. Nanti besok kamu ke sini lagi. Ok? “ mama arin pada arin
***

Arin sangat ingin keluar untuk berjalan - jalan, tapi Siang hari itu seakan membuat kulit terbakar. Sangat membosankan hidup di kota Jakarta yang begitu macet. Dan polusi dimana – mana. Arin sangat bosan dengan aktivitasnya yang sedari tadi hanya tidur  di kamar dan membaca komik kesukaannya, doraemon. Dan dia sudah menamatkan 3 komik sedari pulang sekolah. Kamar merupakan tempat pelarian saat ia merasa sangat bosan. Kamarnya buat dia adalah segalanya, nyaman buat dia, saat berada di jendela kamarnya dia bisa melihat pemandangan luar rumahnya yang sejuk. Kamarnya yang di cat warna kesukaannya ,pink. Dihiasi dengan interior hello kitty, kartun asal jepang. Hari itu, arin sangat bosan. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan, dia sangat ingin bertemu dengan dennis.
“ma, sebentar aku ada les balet. Tapi aku mau kerumah kak dennis”. Kata arin pada mama nya
“ok. Mama akan menelpon kak lita agar latihanmu hari ini ditunda. Nanti suruh pa rahmat antar kamu ke rumah dennis. Dan jangan lupa bawa makanan ini pada mama dennis, mama ada urusan , mungkin mama akan pulang terlambat lagi”.
“ok ma.” Arin beranjak dari tempat tidurnya dan melempar komiknya yang dibaca sedari tadi.
Arin sudah terbiasa dengan sikap mama dan papanya, yang pulang ke rumah hanya untuk mengambil barang, dan mandi kemudian pergi kerja lagi. Arin selalu ditinggal seperti itu, dan dia berakhir sama bibi di rumahnya.
***
“Hai, tante”. Sapa arin pada mama dennis
“Hai arin” mam dennnis membalasnya dengan senyuman
“Tante, kak denis ada?. Dia bilang hari ini akan mengajakku ke pantai. Dan ini titipan dari mama.” Arin memberikan bungkusan dari tanganya.
“anak manis ayo masuk. Sebentar tante panggilkan dennis”.
“Tante?”
mama dennis memberhentikan langkahya. Dan kembali menatap arin
“ada apa anak manis”?
“aku baru saja mau bilang, malah tante panggil lagi aku seperti itu. Tante, mohon jangan panggil aku anak manis. Memangnya aku masih sangat kecil”? Tanya gadis imut itu dengan wajah polos
mama dennis segera menghampiri arin yang berdiri di hadapan mama dennis dengan wajah yang seakan mengatakan agar permohonannya agar di kabulkan.
“kamu itu cantik, pintar, jago balet, dan kamu anak yang baik. tante yakin kamu bisa menjadi anak yang hebat nanti.”
“benarkah? Apa aku seperti itu? Tapi kakak tidak pernah mengatakan itu padaku. Apa dia selalu berbohong?” Tanya arin dengan polos
Ketika mereka sedang berbincang – bincang, seketika dennis muncul di hadapan mereka.
“kamu anak kecil,”! dia melihat arin dengan gayanya yang mengerikan
“kak, kita jadi ke pantai. Pantainya kan dekat.”arin bertanya dengan penuh harap
“iya, jadi. Aku ada hadiah buatmu anak kecil”? dennis menjawab dengan senyumannya
“anak kecil lagi. Hadiahnya apa?, beritahu aku.”
“dasar kamu ini. Kalau aku beritahu itu bukan hadiah namanya.”
“kalau begitu, kita berangkat”
“tunggu sebentar, kakak masih capek pulang sekolah. Sebentar sore. Janji!” dennis dengan mengangkat kelingkingya
“janji!”arin menyambut kelingkingnya dengan senyuman manis terukir di bibir kecilnya
“kalau gitu, arin istirahat dikamar tante. Nanti tante akan bangunin kamu.” Ucap mommy dennis
“ok tante. kamsahamida” arin membungkukkan badannya (menggunakan bahasa yang biasa digunakan oleh mommy dennis)
Sore telah tiba. Dan mereka bersiap untuk pergi ke pantai yang letaknya berada di halaman belakang rumah dennis. Rumah dennis sangat indah dan nyaman. Rumahnya terletak di depan pantai yang berpasir hitam. Dan itu merupakan tempat favorit keluarga dennis untuk bersantai.
“arin, !!!!ayo berangkat.” Dennis memanggil arin dengan suara keras
“ayo kak dennis.”arin tiba – tiba muncul dengan raut wajah bahagia
“kamu kayak hantu. Munculnya tiba – tiba. Ayo, kita pakai sepeda untuk ke sana dan kamu duduk dibelakang” kata dennis
“ok kakak.” Jawab arin dengan riang
“pegang yang erat yah. Nanti kamu jatuh”
Mereka berdua berangkat dengan sepeda dennis dan di perjalanan arin sangat senang, terlihat dari wajahnya yang putih bagai kertas yang di hiasi dengan senyuman manis, matanya yang teduh dan bening memancarkan kebahagiaan
“adik kecil, kita sudah sampai. Sekarang kamu pakai ini. Jangan sampai kamu mengintip. Ok!” dennis memberikannya kain penutup mata warna merah
“siap” jawab arin bersemangat
Setelah bertahan lama dengan kain tersebut. Akhirnya mata arin di buka juga olehnya. Arin sangat terkejut. Karpet terlentang di atas pasir hitam pantai, dipenuhi dengan makanan.
“kakak!, apa ini semua untukku”? Tanya arin dengan sangat senang
“iya adik kecil. Ini untuk mu. Tunggu apa lagi. 1..2…3.. “mereka segera berlarian menuju karpet itu
Pada sore itu mereka menikmati permainan mereka di pantai.
“kakak, sejak kapan kakak mempersiapkan ini”? tanya arin pada dennis
“aku mempersiapkannya sejak 2 minggu yang lalu” jawab dennis
“benarkah?wahh! itu berarti kakak Sudah mengetahui aku akan mengajak kakak ke pantai”? Tanya arin
“ya benar.” Jawab dennis
“kakak sangat hebat. Aku mau bersama kakak terus. Janji?” kata arin
“janji.” Jawab dennis menepati janjinya
“kakak melupakan sesuatu” kata arin
“hadiah?” mereka berbicara secara bersamaan.
“ok baiklah. Ayo tutup matamu lagi anak kecil.” Perintah dennis
Setelah beberapa saat. Arin membuka matanya. Dan dia sangat terkejut. dennis memberikannya kalung yang mainannya berbentuk boneka boneka bear dan di dalammya terdapat foto mereka berdua.
“kakak ini bagus sekali” kata arin memuji hadiah pemberiaan dennis
“kamu suka?” Tanya dennis
“aku sangat suka”.
Dan aku juga punya satu. Jadi, kita sepasang” dennis menunjukkan kalungnya
“benarkah? kakak sangat baik.” Puji arin
“kamu jaga kalungnya yah, dua puluh tahun lagi aku akan mencarinya.janji?”
“janji.”
“anak kecil, kamu itu belum pernah cerita tentang cita – cita mu yah?” Tanya dennis
“hem. Memang kenapa?” jawabnya singkat
“aku ingin dengar kamu menceritakannya. Apa impian dan harapanmu” Tanya dennis lagi
“aku ingin menjadi wanita yang pintar bisa membantu orang dan menjadi ballerina yang cantik. Kan? ” kata arin dengan bangga
“kalau kakak pergi, kamu kenapa”? dennis menatap adik kecilnya dengan dalam
“kakak jangan pergi!!!. Aku akan membenci kakak” arin menjawab dengan berteriak tepat di telinga dennis
“suaramu membuat telinga kakakmu sakit. ayo pulang. Sudah petang. Nanti kamu dicari mommy.”
“kakak, ajak aku lagi yah kesini. Ini tempat yang indah”

Mereka segera pulang. Pada hari itu, arin merasa bahwa hal terburuk akan terjadi pada mereka berdua. Sebuah badai besar yang datang menguji mereka
***
“dennis” panggil mama dennis
“iya ma” jawab dennis
“ada apa ma?”
“dennis, sepertinya keberangkatan kita akan dipercepat. Mama sangat minta maaf”
“ma, kenapa aku harus ikut? Aku ingin tinggal di sini saja. Dennis akan jaga diri mom” jawab dennis dengan penuh kemarahan
“mommy and daddy tidak mungkin melakukan itu. Pokoknya kamu harus segera ikut mommy dan daddy ke jerman. Kamu bisa sekolah di sana dan mendapatkan pendidikan disana dan kamu bisa kembali ke sini.” Mommy dennis beranjak pergi setelah menjelaskan pada dennis

Dennis mengambil sepedanya dan segera kerumah arin
“arin, arin” teriak dennis di depan rumah arin
“kakak?” arin kaget melihatnya yang datang tiba – tiba
“dasar. Jangan pura – pura lagi. Kamu senangkan kakak datang”? jawabnya dengan meledek arin
“sangat senang sekali.” Jawab gadis imut dengan riang
“mama kamu ada”?
“mama? Ada!” jawab arin
“panggilin mama kamu ya.” Jawab dennis
“kakak mau apa sama mama”? Tanya arin
“panggilin cepat. Dasar anak kecil” jawab dennis dengan gayanya yang imut
“baik kakak.” Jawab arin dengan meninggalkan  dennis untuk memanggil mama nya

Hati arin sangat bingung. Dennis datang ke rumah arin pada siang hari, dan mencari mama arin. Arin sangat bingung pada kakak nya itu. kakak nya tidak biasanya menjadi seperti itu, dia sudah cukup lama mengenalnya. Dan seketika terlintas di benaknya, hari ketika dennis mengajaknya ke pantai dan memberikannya kalung
“siang tante” sapa dennis
“siang dennis. Tumben siang begini kerumah. Ada apa”? Tanya mama arin
“tante, bulan depan mommy dan daddy akan pindah ke jerman tepatnya kami pindah ke Dresden.” Jawab dennis dengan raut wajah serius
“bulan depan? Kenapa begitu cepat? Bukannya setelah kamu lulus SMP?” Tanya mama arin dengan kaget
“sebenarnya aku maunya begitu. Tapi daddy dan mommy harus pindah secepatnya karena mereka telah dikontrak oleh perusahaan tempat bekerja mereka. Dan mau tidak mau aku juga harus ikut. Dan aku akan sekolah di sana” jawab  dennis
“dennis, tante akan sangat kehilangan. Dan terlebihnya arin. Dia tidak mempunyai sapa – sapa, dia merupakan anak yang pemalu. Cuma kamu satu – satunya orang yang dia percaya. Apa yang harus tante lakukan kalau kamu tidak ada”?
Ketika saat itu, ruangan seketika menjadi hening. Tentang perasaan yang menguncang. Mama arin sangat merasa terpukul akan kepergian keluarga dennis. Arin, yang begitu tertutup sejak kepergian temannya yang sangat dia cintai ketika dia berusia 2 tahun, dan kali ini dia harus melepaskan kakaknya nya. Dia tidak pernah sesenang ketika bertemu dengan dennis. Sejak 4 tahun terakhir mereka berteman, semuanya seketika berubah. Arin sangat ceria, anak yang manis, dan begitu cantik. Dan seketika itu juga, kebahagiaan merengut mereka, sebuah perpisahan yang akan membuat mereka di batasi oleh benua, samudera, lautan dan daratan.
“anak kecil, pergi ambil jaket dan topimu”! perintah dennis pada arin
“untuk apa ? Apa kakak akan mengajakku jalan – jalan?” tanyanya dengan serius
“yah” jawab dennis singkat
“benarkah? Tunggu sebentar kakak. Aku akan kembali 10 menit.” Jawab arin dengan riang
Dennis sangat sedih melihat arin yang begitu ceria, dia tidak tahu kapan lagi dia akan melihat senyuman diraut wajah arin yang cantik.
Dennis tersadar dari lamunannya.
“kakak, ayo pergi. Aku udah siap” perintah arin
“dasar anak kecil.” Jawab dennis
Dennis merasa ada yang aneh dengan penampilan arin.
“anak kecil, mana kalungmu”? Tanya dennis
“kakak ini bagaimana, kakak sendiri yang bilang akan melihat ini dua puluh tahun lagi. Makanya aku menyimpannya untuk 20 tahun kemudian.” Jawab arin dengan polosnya
Dennis merasa sangat bersalah, mendengar perkataan arin.
“dasar anak kecil, maksud kakak kamu harus menjaganya sampai 20 tahun kemudian.” Jawab dennis membenarkan
“oh begitu. Kalau begitu tunggu sebentar. Aku akan mengambilnya” arin segera mengambil kalungnya.
***
“kakak, tempat ini indah sekali. kakak belum pernah mengajakku ke sini selama ini.” Ucapnya pada kakaknya
“tempat ini baru di bangun 2 bulan yang lalu.” Jawab dennis dengan senyum lucu
“kakak ! mana mungkin bisa. Ini danau” jawab arin dengan suara marah
“hahaha, ok. maf. Yang pentingkan aku mengajakmu ke sini.” Balas dennis
“kakak, kita ngobrol di sana yah!” arin menunjuk jembatan yang terdapat di danau itu.

Mereka terus bercerita mengeluarkan isi hati mereka di danau yang tenang itu. Tempat itu adalah tempat dimana dennis selalu melepas kesedihannya saat dia tidak mendapat tempat untuk berbagi. Dan untuk pertama kalinya dia membawa seseorang untuk menemaninya di danau itu. Yang berarti arin sangat berharga buatnya. Dan saat mereka berbincang – bincang, dennis ingin mengatakan sesuatu yang penting untuk arin.
“anak kecil, seandainya kakak tidak ada di sini untuk menemanimu, kamu harus bisa kuat. Dan kalau kamu tidak bisa, kamu datang di danau ini.” Dennis berkata dengan menatap wajah orang yang di sayanginya itu
“kakak bicara apa. Kakak akan selalu disini.” Jawab arin
“arin, dengar ya, ! kakak sayang sama kamu. Hanya kamu yang buat kakak senang. Kamu jangan pernah lupakan kakak. Dan ingat pesan kakak, jaga kalung itu. Dan jangan pernah sedih. Karena kakak selalu di sampingmu” dennis menatap gadis kecil yang akan di tinggalinya sebentar lagi
“arin juga sayang sama kak denis. Kak denis yang buat arin senang. kakak, jangan lupakan arin. Dan ingat pesan arin, kakak jangan tinggalkan arin.” Seketika itu arin menangis ia tidak menyangka, kakak yang di sayanginya berbicara seperti itu
Dennis mengusap rambut arin yang berwarna hitam terurai panjang dengan lurus.
“anak kecil, kamu jangan nangis lagi. kakak ada hadiah buat kamu” ucap dennis padanya
Arin tidak berkutik sama sekali. Ia masih sangat sedih setelah dennis mengatakan itu.
“ayo sini lihat.” Ajak dennis
Dennis memperlihatkan nama mereka berdua yang terukir indah pada sebuah pohon besar.
“cantik kan?” Tanya dennis
Arin hanya mengangguk. Pertanda ia menyukainya.
“anak kecil, kamu jangan sedih lagi. Kakak dennis akan sama kamu.” Dennis menenangkan arin dengan senyumannya yang manis
“kalau kakak pergi, arin nggak punya teman di sini.” Arin menangis dengan memeluk kakaknya
Suasana menjadi hening. Tidak satupun yang melihat mereka. Hanya pohon, danau, tanah, dan burung – burung terbang yang menyaksikan kisah mereka berdua. Kisah sepasang anak adam yang masih seumur jagung, menyatukan cinta dan kasih sayang mereka. Dan kisah mereka yang sebentar lagi akan di pisahkan oleh samudera dan benua.

***

Sabtu, 11 Juni 2016

Jessica Ft Fabolous - Fly (Lyrics)


Jessica Ft Fabolous – Fly



Invisible
An gaetsoge
Nareul chajayaman hae yeah
Jageun bulbis geu huimangeun
Sangsangmaneurodo You’ll find
Nopeun gotseul hyanghae
Soneul ppeodo bolt tae
Dareul geonman gateun neukkim
Barawatdeon naldeul
Gakkawojin geolkka
Jeo haneure geuryeojeo
Just spread your wings
Jeo kkeutkaji
Gaseum ttwineun soril ttara
Du nuneul gamg
Kkumeul pyeolcheobwa
You’re a hero you can fly
You can fly
Dan hanbeon boji motan
Sesangi pyeolcheojil geoya
Gureum wiro naraolla
Cause your wings are made to fly
Nopeun gotseul hyanghae
Soneul ppeodo bolt tae
Daeul geonman gateun neukkim
Barawatdeon naldeul
Gakkawojin geolkka
Jeo haneure geuryeojeo
Just spread your wings
Jeo kkeutkaji
Gaseum ttwineun soril ttara
Du nuneul gamg
Kkumeul pyeolcheobwa
You’re a hero you can fly
You can fly
Ijen ulji anneullae
Ijen pogi an hallae
I won’t lose
I won’t lose
Oh no no no no no
Yeah let’s go jess
You should’ve
Never doubted yourself
Matter of fact you should be
Proud of yourself
‘cause you had to find a way go about it yourself
Nobody gave you direction had to route it yourself
And you never got lost
Losing’s not an option
No time for L’s no time to fail
Winning like steph curry
And them we warriors
Haters wanna see me
In a cown victoria
But I’m in a benz AC on 70
Won’t lose my cool
Gotta move cleverly
Chess not cheekers playing it
With someday
Me and Jessica
That’s a win automatically
Just spread your wings
Just spread your wings
Jeo kkeutkaji
Gaseum ttwineun soril ttara
Du nuneul gamg
Kkumeul pyeolcheobwa
You’re a hero you can fly

You can fly

EXO - White Noise (Lyrics and Indo)


EXO – White Noise

[Baekhyun]
Lonely nights milyeoneun neol mageul
Su eomneun saebyeok
[Lay]
I padosorie nan tteonaeryeoganeun jungin geol oh no
[Chanyeol]
Nae gieogeun doraga eonjen-ga neowa
Itdeon gotse not far away no
[Xiumin]
Sigani galsurok geuriwo ne yeppeun
Eumseongdo geu yateun sumsorikkaji babe
[Chen]
I hear you I feel you
Bol suga eopseodo neol deureul su itsseo
Nuneul gamgoseo
[Kai]
I sesang modeun sori junge neoreul
Chajanaemyeon dwae
Neoui jageun utseumsoriro
[DO]
Nan nega jal jinaendaneun geugeonman
Hwaginhamyeon dwae

Somebody (somebody) somebody (somebody loves you baby)
Somebody (Oh oh oh) somebody
[Suho]
Neoneun biga doeeo naeryeowa (Don’t you worry babe)

[Suho]
Jogeum deo sechage naeryeojulae
[Kai]
Bokjapan nae maeumi da ssitgyeojidorok
[Chen]
Gwi giuryeo deureobwa eodin-ga meolji
Anneun gotse not far away no
[DO]
Nugun-ga geudaero seoitsseo gateun jarie
Neol saenggakamyeonseo ojik babe
[Baekhyun]
Oh I hear you I feel you
Bol suga eopseodo neol deureul su itsseo
Nuneul gamgoseo
[Suho]
I sesang modeun sori junge neoreul
Chajanaemyeon dwae
[Baekhyun]
Neoui jageun utseumsorimyeon
[Suho]
Ansimhal su itsseul geos gata
[Chanyeol]
Right here, yo!
Honjaseo mureoboneun neoui anbu
Heunjeongmajeo da tteonan hu
Nal seucheogan soeumdeul soge
Hoksina jina chiliji oreul huimihan sum,
Hoheupkkaji
[Sehun]
I barameun waenji
Neol jinacheo watsseul jildo molla sun-gan meomchis
Modeun ge kkumgata yeojeonhi
[Chanyeol]
Saehayan an-gae sogeseo nan gireul ireun somebody
[Chen]
Sombebody loves you budi igeon arajwo yeah
[Baekhyun]
Jabeul suga eopseodo jamsi just hold on tight
[DO]
Nae gyeote eopseodo neon nae ane itsseo
Nuneul gamgoseo (somebody love nae ane)
[Suho]
Sumanneun naldeul junge harul dasi
Kkeonaebomyeon dwae (dasi kkeonaebomyeon dwae)
[DO]
Haengbokagil barago itsseo
Eodie itdeunji
[Suho]
Bol suga eopseodo neol deureul su itsseo
Nuneul gamgoseo
[Chen]
I sesang modeun sori junge neoreul
Chajanaemyeon dwae
Neoui jageun utseumsoriro (I miss u babe)
[Kai]
Nan nega jal jinaendaneun geu geonman
Hwaginhamyeon dwae

Indo Translate :
Malam sepi,
Pagi hari saat aku tidak bisa menghentikanmu
Karena menyerangku
Aku disapu oleh suara gelombang
Kenanganku kembali saat aku bersamamu
Tidak jauh, tidak
Aku merindukanmu seperti waktu berlalu
Oleh suaramu yang indah dan bahkan hembusan nafasmu
Aku mendengarmu, aku merasakanmu
Aku tidak bisa melihatmu tetapi
Aku bisa mendengarmu
Semua yang aku lakukan adalah
Menutup mataku dan menemukanmu diantara semua kebisingan didunia
Tawa kecilmu
Semua yang aku harus tahu
Kamu melakukan yang terbaik
Seseorang (seseorang)
Seseorang mencintaimu
Seseorang, seseorang
Kamu menjadi hujan dan jatuh ke tanah
(jangan khawatir sayang)
Akankah kamu jatuh sedikit lebih keras
Jadi perasaan khawatirmu akan dibasuh
Dengarkan baik – baik
Suatu tempat tidak jauh
Tidak jauh, tidak
Seseorang berdiri ditempat yang sama
Memikirkan hanya tentangmu
Aku mendengarmu, aku merasakanmu
Aku tidak bisa melihatmu tetapi
Aku bisa mendengarmu
Semua yang aku lakukan adalah
Menutup mataku dan menemukanmu diantara semua kebisingan didunia
Jika aku bisa mendengar tawa kecilmu
Aku pikir, aku akan tenang
Tepat disini, yo!
Aku bertanya pada diriku, bagaimana kamu melakukan
Bahkan setelah jejak yang kamu tinggalkan
Diantara kebisingan yang melewatiku
Bahkan nafas lelah yang bisa melampaiku
Aku merasa bahwa angin ini menghilangkanmu
Tiba – tiba segalanya masih terasa seperti mimpi
Aku seseorang yang menghilang dalam embun putih
Seseorang mencintaimu
Mohon ketahui ini
Walaupun aku tidak bisa menahan untuk beberapa saat
Kamu bisa tidak disampingku
Tetapi kamu didalam diriku
Ketika aku menutup mataku
(seseorang mencintai dalam diriku)
Keluarkan dan lihat pada orang dari hari yang tidak terhitung
Aku berharap kamu bahagia
Dimanapun kamu berada
Aku tidak bisa melihatmu tetapi
Aku bisa mendengarmu
Semua yang aku lakukan adalah
Menutup mataku dan menemukanmu diantara semua kebisingan didunia
Tawa kecilmu
Semua yang aku harus tahu
Kamu melakukan yang terbaik