#CHAPTER 1
“kak, coba lihat
itu.indah sekali begitu berkilau – kilau”.ucap arin dengan senang
“mau aku ambilkan
satu?” .jawab dennis disampingya
“aku memang anak kecil,
tapi kakak tak bisa membohongiku”.kata arin dengan marah
“dasar anak
kecil”.ledek dennis
“aku 10 tahun dan kakak
14 tahun, kita tidak terlalu jauh berbeda.”balas anak perempuan itu dengan
polosnya
“bintang itu, kamu bisa
mengambilnya. Bentuk jari mu seperti ini menyerupai segitiga” dennis menyambung
jari telunjuk kanan dan kirinya dan ibu jari kanan dan kirinya sehingga bertemu
membentuk segitiga.” letakkan itu pada bintang yang paling besar. Setelah kau
mendapat targetmu kamu harus mengambilnya dan menaruhnya dalam hatimu.”.
katanya dengan sangat serius
“mengapa harus yang besar dan mengapa harus di
taruh di hati” tanyanya pada dennis
“benar – benar kamu
ini, kamu tahu tidak umurmu itu sudah berapa, masih saja kamu bertingkah
sepolos itu.dennis memberikan muka mengerikannya pada arin. Kamu mau tahu?
Tanyanya pada arin
“hem.” arin
menggangukkan kepala sambil menatapnya dengan penuh harap agar dennis memberitahunya
“bintang paling besar
adalah aku. Dan simpan kakak dalam hatimu. Kamu tidak akan kesepian”jawab
dennis dengan menatap mata gadis kecil itu
“kakak mau kemana?”Tanya
gadis kecil itu
“kakak tidak akan
pergi, kakak akan tetap berada di sisi mu adik kecil.” Katanya dengan raut wajah
yang lucu dan mencubit hidung arin
“kak denis!! Teriak
arin. Seandainya aku punya kakak yang baik sepertimu”harap arin
“apa kau bilang. Kau
tidak bisa memanggilku seperti itu. Itu tidak sopan” dengan suaranya sedikit
keras
“kakak?
“kenapa?
, bagaimana kalau besok
kita ke pantai”ajak arin dengan semangat
“kamu bisa apa. Kamu
tidak bisa berenang”balas dennis dengan suaranya yang mengerikan.
Arina biasa di panggil
arin, seorang anak kecil yang berumur 10 tahun. Mempunyai wajah yang cantik, kulitnya
putih, mulus, seperti susu. Arin merupakan seorang gadis kecil yang sangat
tertutup, pemalu dan sangat susah mempercayai seseorang, sewaktu – waktu dia
bisa berubah menjadi seorang yang sangat kasar dan tertutup saat dia tidak bisa
menemukan seseorang yang menurutnya bisa di percaya untuk membagikan kisahnya.
Dan sejak 4 tahun lalu dia mengenal Dennis yang sangat tampan, lucu dan
menyenangkan, dia berubah menjadi seorang anak yang manis, dan ceria. Dia
sangat menyayangi Dennis. Dennis selalu berada di sampingnya ketika dia
kesepian. Dennis lah yang selalu berada disisinya sehingga dia menjadi anak
yang ceria. Dennis memberikan cahaya pada dunia arin di tengah kegelapan
menyelimutinya. Arin memang sangat
pendiam, sejak kecil dia selalu ditinggal oleh kedua orang tuanya untuk
bisnis. Ayah dan ibunya adalah seorang pengusaha yang sangat terkenal, karena
itu arin sering merasa kesepian dan sejak kecil dia tinggal bersama dengan
neneknya, neneknya sangat menyayanginya dan arin juga sangat menyayanginya.
Neneknya sudah seperti itu bagi arin. Tapi, ketika arin berumur 4 tahun,
neneknya meninggal. Arin merasa sendiri, dia tidak mempunyai siapa- siapa.
Sampai suatu ketika keluarga dennis pindah ke lingkungan tempat arin tinggal
dan mereka mulai dekat satu sama lain.
Sejak saat itu, mereka sangat dekat.
Mereka terus berbaring
di atas rumput hijau memandang langit yang begitu indah. Sambil menikmati udara
dingin kota Jakarta pada malam hari.
Arin
terus menatap dennis,
“kenapa liat – liat?”
Arin hanya tersenyum,
“kak dennis, tampan”
“hahahahahaha” dennis
hanya tertawa mendengar kata adiknya itu
“kamu sudah dewasa,
akhirnya kamu sadar juga” jawab dennis dengan sok
Arin mengerutkan
dahinya melihat respon dennis yang sangat percaya diri
“kenapa?kakak kamu ini
memang sangat terkenal. Kamunya nggak tau sih”
“kalau gitu, arin mau
tanya. Kakak tampan begini dapat darimana?
Sekali lagi. Dennis
tertawa terbahak – bahak mendengar pertanyaan adiknya seperti itu. Sebenarnya,
dia sangat geli ketika dipuji seperti itu apalagi dari seorang gadis kecil
seperti arin. Dennis hanya tersenyum mendengar pertanyaan arin.
“tempat lahir kakak dimana? “
“jadi, selama 4 tahun
ini, kamu tidak tahu kakakmu lahir dimana?
“hehehe.” Arin tertawa
kecil pada kakaknya.
“dennis, kalian
dimana”?. Panggil seorang perempuan tua yang cantik dari dalam rumah
“iya ma. Kami
masuk”.dennis
“anak kecil ayo masuk”.
Perintah dennis dengan menarik tangan arin agar segera masuk
“kenapa kakak memanggilku
anak kecil. Kalau kakak memanggilku begitu, kita tidak bisa pacaran”
“huh? Kau habis makan
apa. Rumput ini? “dennis menunjuk rumput disekitar nya
“ayo masuk.” Ucap arin
padanya sambil menarik tangan dennis kembali untuk masuk
Mereka masuk ke dalam
rumah. Dan mendekati orang tua mereka masing – masing yang sedang berbincang –
bincang dengan begitu semangat
“anak manis, . hei lihat, kenapa bajumu
sekotor itu”Tanya mama arin pada arin
“ma, bisa jangan
panggil aku seperti itu” ? arin
“dennis, kamu bawa arin
kemana”? Tanya mama dennis pada dennis
“kami hanya main di
halaman belakang” Jawab dennis dengan menunduk
“kak denis, kalau gitu
kita pulang dulu yah. Besok arin harus sekolah” kata mama arin pada mama dennis
“ayo arin, kita pulang.
Nanti besok kamu ke sini lagi. Ok? “ mama arin pada arin
***
Arin sangat ingin
keluar untuk berjalan - jalan, tapi Siang hari itu seakan membuat kulit
terbakar. Sangat membosankan hidup di kota Jakarta yang begitu macet. Dan
polusi dimana – mana. Arin sangat bosan dengan aktivitasnya yang sedari tadi
hanya tidur di kamar dan membaca komik
kesukaannya, doraemon. Dan dia sudah menamatkan 3 komik sedari pulang sekolah. Kamar
merupakan tempat pelarian saat ia merasa sangat bosan. Kamarnya buat dia adalah
segalanya, nyaman buat dia, saat berada di jendela kamarnya dia bisa melihat pemandangan
luar rumahnya yang sejuk. Kamarnya yang di cat warna kesukaannya ,pink. Dihiasi
dengan interior hello kitty, kartun asal jepang. Hari itu, arin sangat bosan.
Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan, dia sangat ingin bertemu dengan dennis.
“ma, sebentar aku ada
les balet. Tapi aku mau kerumah kak dennis”. Kata arin pada mama nya
“ok. Mama akan menelpon
kak lita agar latihanmu hari ini ditunda. Nanti suruh pa rahmat antar kamu ke
rumah dennis. Dan jangan lupa bawa makanan ini pada mama dennis, mama ada
urusan , mungkin mama akan pulang terlambat lagi”.
“ok ma.” Arin beranjak
dari tempat tidurnya dan melempar komiknya yang dibaca sedari tadi.
Arin sudah terbiasa
dengan sikap mama dan papanya, yang pulang ke rumah hanya untuk mengambil barang,
dan mandi kemudian pergi kerja lagi. Arin selalu ditinggal seperti itu, dan dia
berakhir sama bibi di rumahnya.
***
“Hai, tante”. Sapa arin
pada mama dennis
“Hai arin” mam dennnis
membalasnya dengan senyuman
“Tante, kak denis ada?.
Dia bilang hari ini akan mengajakku ke pantai. Dan ini titipan dari mama.” Arin
memberikan bungkusan dari tanganya.
“anak manis ayo masuk.
Sebentar tante panggilkan dennis”.
“Tante?”
mama dennis
memberhentikan langkahya. Dan kembali menatap arin
“ada apa anak manis”?
“aku baru saja mau
bilang, malah tante panggil lagi aku seperti itu. Tante, mohon jangan panggil
aku anak manis. Memangnya aku masih sangat kecil”? Tanya gadis imut itu dengan
wajah polos
mama dennis segera
menghampiri arin yang berdiri di hadapan mama dennis dengan wajah yang seakan
mengatakan agar permohonannya agar di kabulkan.
“kamu itu cantik,
pintar, jago balet, dan kamu anak yang baik. tante yakin kamu bisa menjadi anak
yang hebat nanti.”
“benarkah? Apa aku
seperti itu? Tapi kakak tidak pernah mengatakan itu padaku. Apa dia selalu
berbohong?” Tanya arin dengan polos
Ketika mereka sedang
berbincang – bincang, seketika dennis muncul di hadapan mereka.
“kamu anak kecil,”! dia
melihat arin dengan gayanya yang mengerikan
“kak, kita jadi ke
pantai. Pantainya kan dekat.”arin bertanya dengan penuh harap
“iya, jadi. Aku ada
hadiah buatmu anak kecil”? dennis menjawab dengan senyumannya
“anak kecil lagi.
Hadiahnya apa?, beritahu aku.”
“dasar kamu ini. Kalau
aku beritahu itu bukan hadiah namanya.”
“kalau begitu, kita
berangkat”
“tunggu sebentar, kakak
masih capek pulang sekolah. Sebentar sore. Janji!” dennis dengan mengangkat
kelingkingya
“janji!”arin menyambut
kelingkingnya dengan senyuman manis terukir di bibir kecilnya
“kalau gitu, arin istirahat
dikamar tante. Nanti tante akan bangunin kamu.” Ucap mommy dennis
“ok tante. kamsahamida”
arin membungkukkan badannya (menggunakan bahasa yang biasa digunakan oleh mommy
dennis)
Sore telah tiba. Dan
mereka bersiap untuk pergi ke pantai yang letaknya berada di halaman belakang
rumah dennis. Rumah dennis sangat indah dan nyaman. Rumahnya terletak di depan
pantai yang berpasir hitam. Dan itu merupakan tempat favorit keluarga dennis
untuk bersantai.
“arin, !!!!ayo
berangkat.” Dennis memanggil arin dengan suara keras
“ayo kak dennis.”arin
tiba – tiba muncul dengan raut wajah bahagia
“kamu kayak hantu.
Munculnya tiba – tiba. Ayo, kita pakai sepeda untuk ke sana dan kamu duduk
dibelakang” kata dennis
“ok kakak.” Jawab arin
dengan riang
“pegang yang erat yah.
Nanti kamu jatuh”
Mereka berdua berangkat
dengan sepeda dennis dan di perjalanan arin sangat senang, terlihat dari
wajahnya yang putih bagai kertas yang di hiasi dengan senyuman manis, matanya
yang teduh dan bening memancarkan kebahagiaan
“adik kecil, kita sudah
sampai. Sekarang kamu pakai ini. Jangan sampai kamu mengintip. Ok!” dennis
memberikannya kain penutup mata warna merah
“siap” jawab arin
bersemangat
Setelah bertahan lama
dengan kain tersebut. Akhirnya mata arin di buka juga olehnya. Arin sangat
terkejut. Karpet terlentang di atas pasir hitam pantai, dipenuhi dengan
makanan.
“kakak!, apa ini semua
untukku”? Tanya arin dengan sangat senang
“iya adik kecil. Ini
untuk mu. Tunggu apa lagi. 1..2…3.. “mereka segera berlarian menuju karpet itu
Pada sore itu mereka
menikmati permainan mereka di pantai.
“kakak, sejak kapan
kakak mempersiapkan ini”? tanya arin pada dennis
“aku mempersiapkannya
sejak 2 minggu yang lalu” jawab dennis
“benarkah?wahh! itu
berarti kakak Sudah mengetahui aku akan mengajak kakak ke pantai”? Tanya arin
“ya benar.” Jawab
dennis
“kakak sangat hebat.
Aku mau bersama kakak terus. Janji?” kata arin
“janji.” Jawab dennis
menepati janjinya
“kakak melupakan
sesuatu” kata arin
“hadiah?” mereka
berbicara secara bersamaan.
“ok baiklah. Ayo tutup
matamu lagi anak kecil.” Perintah dennis
Setelah beberapa saat.
Arin membuka matanya. Dan dia sangat terkejut. dennis memberikannya kalung yang
mainannya berbentuk boneka boneka bear dan di dalammya terdapat foto mereka berdua.
“kakak ini bagus
sekali” kata arin memuji hadiah pemberiaan dennis
“kamu suka?” Tanya
dennis
“aku sangat suka”.
Dan aku juga punya
satu. Jadi, kita sepasang” dennis menunjukkan kalungnya
“benarkah? kakak sangat
baik.” Puji arin
“kamu jaga kalungnya
yah, dua puluh tahun lagi aku akan mencarinya.janji?”
“janji.”
“anak kecil, kamu itu
belum pernah cerita tentang cita – cita mu yah?” Tanya dennis
“hem. Memang kenapa?”
jawabnya singkat
“aku ingin dengar kamu
menceritakannya. Apa impian dan harapanmu” Tanya dennis lagi
“aku ingin menjadi
wanita yang pintar bisa membantu orang dan menjadi ballerina yang cantik. Kan? ”
kata arin dengan bangga
“kalau kakak pergi,
kamu kenapa”? dennis menatap adik kecilnya dengan dalam
“kakak jangan pergi!!!.
Aku akan membenci kakak” arin menjawab dengan berteriak tepat di telinga dennis
“suaramu membuat
telinga kakakmu sakit. ayo pulang. Sudah petang. Nanti kamu dicari mommy.”
“kakak, ajak aku lagi
yah kesini. Ini tempat yang indah”
Mereka segera pulang.
Pada hari itu, arin merasa bahwa hal terburuk akan terjadi pada mereka berdua.
Sebuah badai besar yang datang menguji mereka
***
“dennis” panggil mama
dennis
“iya ma” jawab dennis
“ada apa ma?”
“dennis, sepertinya
keberangkatan kita akan dipercepat. Mama sangat minta maaf”
“ma, kenapa aku harus
ikut? Aku ingin tinggal di sini saja. Dennis akan jaga diri mom” jawab dennis
dengan penuh kemarahan
“mommy and daddy tidak
mungkin melakukan itu. Pokoknya kamu harus segera ikut mommy dan daddy ke
jerman. Kamu bisa sekolah di sana dan mendapatkan pendidikan disana dan kamu
bisa kembali ke sini.” Mommy dennis beranjak pergi setelah menjelaskan pada
dennis
Dennis mengambil
sepedanya dan segera kerumah arin
“arin, arin” teriak
dennis di depan rumah arin
“kakak?” arin kaget
melihatnya yang datang tiba – tiba
“dasar. Jangan pura –
pura lagi. Kamu senangkan kakak datang”? jawabnya dengan meledek arin
“sangat senang sekali.”
Jawab gadis imut dengan riang
“mama kamu ada”?
“mama? Ada!” jawab arin
“panggilin mama kamu
ya.” Jawab dennis
“kakak mau apa sama mama”?
Tanya arin
“panggilin cepat. Dasar
anak kecil” jawab dennis dengan gayanya yang imut
“baik kakak.” Jawab
arin dengan meninggalkan dennis untuk
memanggil mama nya
Hati arin sangat
bingung. Dennis datang ke rumah arin pada siang hari, dan mencari mama arin. Arin
sangat bingung pada kakak nya itu. kakak nya tidak biasanya menjadi seperti itu,
dia sudah cukup lama mengenalnya. Dan seketika terlintas di benaknya, hari ketika
dennis mengajaknya ke pantai dan memberikannya kalung
“siang tante” sapa
dennis
“siang dennis. Tumben
siang begini kerumah. Ada apa”? Tanya mama arin
“tante, bulan depan
mommy dan daddy akan pindah ke jerman tepatnya kami pindah ke Dresden.” Jawab
dennis dengan raut wajah serius
“bulan depan? Kenapa
begitu cepat? Bukannya setelah kamu lulus SMP?” Tanya mama arin dengan kaget
“sebenarnya aku maunya
begitu. Tapi daddy dan mommy harus pindah secepatnya karena mereka telah
dikontrak oleh perusahaan tempat bekerja mereka. Dan mau tidak mau aku juga
harus ikut. Dan aku akan sekolah di sana” jawab dennis
“dennis, tante akan
sangat kehilangan. Dan terlebihnya arin. Dia tidak mempunyai sapa – sapa, dia
merupakan anak yang pemalu. Cuma kamu satu – satunya orang yang dia percaya.
Apa yang harus tante lakukan kalau kamu tidak ada”?
Ketika saat itu,
ruangan seketika menjadi hening. Tentang perasaan yang menguncang. Mama arin
sangat merasa terpukul akan kepergian keluarga dennis. Arin, yang begitu
tertutup sejak kepergian temannya yang sangat dia cintai ketika dia berusia 2
tahun, dan kali ini dia harus melepaskan kakaknya nya. Dia tidak pernah
sesenang ketika bertemu dengan dennis. Sejak 4 tahun terakhir mereka berteman,
semuanya seketika berubah. Arin sangat ceria, anak yang manis, dan begitu cantik.
Dan seketika itu juga, kebahagiaan merengut mereka, sebuah perpisahan yang akan
membuat mereka di batasi oleh benua, samudera, lautan dan daratan.
“anak kecil, pergi
ambil jaket dan topimu”! perintah dennis pada arin
“untuk apa ? Apa kakak
akan mengajakku jalan – jalan?” tanyanya dengan serius
“yah” jawab dennis
singkat
“benarkah? Tunggu
sebentar kakak. Aku akan kembali 10 menit.” Jawab arin dengan riang
Dennis sangat sedih
melihat arin yang begitu ceria, dia tidak tahu kapan lagi dia akan melihat
senyuman diraut wajah arin yang cantik.
Dennis tersadar dari
lamunannya.
“kakak, ayo pergi. Aku
udah siap” perintah arin
“dasar anak kecil.”
Jawab dennis
Dennis merasa ada yang
aneh dengan penampilan arin.
“anak kecil, mana
kalungmu”? Tanya dennis
“kakak ini bagaimana,
kakak sendiri yang bilang akan melihat ini dua puluh tahun lagi. Makanya aku
menyimpannya untuk 20 tahun kemudian.” Jawab arin dengan polosnya
Dennis merasa sangat
bersalah, mendengar perkataan arin.
“dasar anak kecil,
maksud kakak kamu harus menjaganya sampai 20 tahun kemudian.” Jawab dennis
membenarkan
“oh begitu. Kalau
begitu tunggu sebentar. Aku akan mengambilnya” arin segera mengambil kalungnya.
***
“kakak, tempat ini
indah sekali. kakak belum pernah mengajakku ke sini selama ini.” Ucapnya pada
kakaknya
“tempat ini baru di
bangun 2 bulan yang lalu.” Jawab dennis dengan senyum lucu
“kakak ! mana mungkin
bisa. Ini danau” jawab arin dengan suara marah
“hahaha, ok. maf. Yang
pentingkan aku mengajakmu ke sini.” Balas dennis
“kakak, kita ngobrol di
sana yah!” arin menunjuk jembatan yang terdapat di danau itu.
Mereka terus bercerita
mengeluarkan isi hati mereka di danau yang tenang itu. Tempat itu adalah tempat
dimana dennis selalu melepas kesedihannya saat dia tidak mendapat tempat untuk
berbagi. Dan untuk pertama kalinya dia membawa seseorang untuk menemaninya di
danau itu. Yang berarti arin sangat berharga buatnya. Dan saat mereka berbincang
– bincang, dennis ingin mengatakan sesuatu yang penting untuk arin.
“anak kecil, seandainya
kakak tidak ada di sini untuk menemanimu, kamu harus bisa kuat. Dan kalau kamu
tidak bisa, kamu datang di danau ini.” Dennis berkata dengan menatap wajah
orang yang di sayanginya itu
“kakak bicara apa.
Kakak akan selalu disini.” Jawab arin
“arin, dengar ya, !
kakak sayang sama kamu. Hanya kamu yang buat kakak senang. Kamu jangan pernah
lupakan kakak. Dan ingat pesan kakak, jaga kalung itu. Dan jangan pernah sedih.
Karena kakak selalu di sampingmu” dennis menatap gadis kecil yang akan di
tinggalinya sebentar lagi
“arin juga sayang sama
kak denis. Kak denis yang buat arin senang. kakak, jangan lupakan arin. Dan
ingat pesan arin, kakak jangan tinggalkan arin.” Seketika itu arin menangis ia
tidak menyangka, kakak yang di sayanginya berbicara seperti itu
Dennis mengusap rambut
arin yang berwarna hitam terurai panjang dengan lurus.
“anak kecil, kamu
jangan nangis lagi. kakak ada hadiah buat kamu” ucap dennis padanya
Arin tidak berkutik
sama sekali. Ia masih sangat sedih setelah dennis mengatakan itu.
“ayo sini lihat.” Ajak
dennis
Dennis memperlihatkan
nama mereka berdua yang terukir indah pada sebuah pohon besar.
“cantik kan?” Tanya
dennis
Arin hanya mengangguk.
Pertanda ia menyukainya.
“anak kecil, kamu
jangan sedih lagi. Kakak dennis akan sama kamu.” Dennis menenangkan arin dengan
senyumannya yang manis
“kalau kakak pergi,
arin nggak punya teman di sini.” Arin menangis dengan memeluk kakaknya
Suasana menjadi hening.
Tidak satupun yang melihat mereka. Hanya pohon, danau, tanah, dan burung –
burung terbang yang menyaksikan kisah mereka berdua. Kisah sepasang anak adam
yang masih seumur jagung, menyatukan cinta dan kasih sayang mereka. Dan kisah
mereka yang sebentar lagi akan di pisahkan oleh samudera dan benua.
***

